Make your own free website on Tripod.com

Surat Pembaca

 

Cobalah Menuju Meja Perundingan

Pontianak Post hari Selasa ini memuat berita tentang unjuk rasa terhadap sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang perkayuan. Satu hal yang menarik ialah di antara peserta unjuk rasa tersebut terdapat sebuah lembaga bantuan hukum hadir di sana.

Masalah yang dipersoalkan sudah terjadi bertahun-tahun lalu. Kami mencoba mengingat-ingat rasa-rasanya belum pernah sebuah lembaga seperti itu berbuat hal yang sama. Timbul praduga apakah tindakan tersebut dilatarbelakangi oleh rasa putus asa dan ketidakberdayaan kalangan praktisi hukum untuk membuktikan bahwa di negara kita ini benar-benar menganut asas supremasi hukum, karena pengaruh faktor-faktor yang turut bermain di dalam proses penegakkan hukum tersebut.

Sebenarnya masalah pokoknya sederhana saja ialah bagaimana mencapai dan memberikan rasa keadilan dan kemanusiaan terhadap masyarakat dan pekerja pabrik tersebut yang tertimpa musibah kebakaran.

Cobalah dengan jiwa besar perusahaan tersebut dapat mengerti penderitaan tersebut dan saya yakin itu tidak membuat perusahaan tersebut harus bangkrut. Kembalilah dengan jiwa bersih ke meja perundingan diiringi rasa kekeluargaan. Sekadar pendapat.

Fajari, Erlangga No.10 Pontianak.

 

Terima Kasih Indomarco

Saya ucapkan terima kasih kepada PT Indomarco atas responnya terhadap surat pembaca saya yang dimuat di AP Post 1 September 1999 dengan judul "Numpang Tanya ke Indomarco". Terima kasih khususnya kepada Sdr Uun Febryan yang rela meluangkan waktunya hanya untuk mendengarkan keluhan dari saya dan turut membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Terima kasih juga buat Sdr Lazarus Atin yang memberikan tanggapan yang meanaskan demi kemajuan Indomarco. Ternyata Indomarco selalu memperhatikan dan tanggap terhadap segala kritikan dan saran.

Semoga Indomarco semakin jaya!

Edy Hartono, Jalan Raya RT 01/05 No.31 Sungai Pinyuh.

 

Bapak Drs AR Mecer, Keputusan yang Tepat

Keputusan yang diambil oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui rapat pleno (14 September 1999) mengenai figur yang akan mewakili utusan golongan etnis Dayak untuk duduk di MPR-RI periode 1999-2004 yaitu Bapak Drs Anselmus Robertus (AR) Mecer, merupakan keputusan yang tepat.

Selain telah memenuhi semua kriteria yang sudah dibuat oleh KPU, Bapak AR Mecer cukup dikenal bukan saja dalam skala daerah Kalbar atau Kalimantan juga pada skala nasional maupun internasional. Hal tersebut merupakan konsekuensi logis atas perjuangannya yang gigih selama ini dalam memberdayakan masyarakat kecil, lemah, miskin yang selalu dipinggirkan.

Pengalaman Bapak Drs AR Mecer selama memimpin Yayasan Karya Sosial Pancur Kasih (YKSPK) merupakan bukti konkret bahwa beliau memiliki konsep pemberdayaan yag jelas serta sangat menyentuh masyarakat kecil, sehingga bagi kami Bapak AR Mecer duduk sebagai anggota MPR-RI periode 1999-2004 sangatlah tepat. Yang diharapkan beliau semakin dapat berbuat banyak bagi masyarakat kecil, lemah termasuk di dalamnya etnis "Dayak" khususnya maupun pada masa mendatang.

Salvinus Sem (Ketua Meana'an Hulu Aik-Kab Ketapang), Hendrik Serilus (Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Hulu Aik-Kab Ketapang).