Make your own free website on Tripod.com

Situasi Sudah Normal Pabrik dan Kebun Inti Sudah Dibuka

 

Sanggau, AP Post

      Situasi Perkebunan Kelapa Sawit PTPN XIII Pirsus Parindu dan Kembayan sudah normal, pabrik dan kebun inti sudah dibuka kembali. Pembukaan pagar dan Pabrik Pirsus Parindu dilakukan sejak Senin kemarin (13/9) melalui upacara adat yang dihadari pihak-pihak terkait.

      Kasianus Busiu salah satu pengurus Dewan Adat Kecamatan Parindu dan Sumadi SH, Petugas umum PTPN XIII Pirsus Parindu bahwa karyawan diliburkan atau cuti masal atas instruksi langsung direksi. Selain itu libur tersebut akibat terjadi pemagaran dan pabrik kebun inti dan juga atas permintaan petani untuk menghentikan aktivitas atau tidak melakukan panen dan pemeliharaan serta aktifitas pabrik sementara dihentikan. Bahkan oleh karena itu TBS yang telah berada didalam pabrik sekitar 270 ton tidak bisa diolah.

TBS tersebut baru dapat diolah beberapa hari kemudian setelah mendapat saran dari Dewan Adat Kecamatan Tayan Hulu dan Parindu. Melihat kondisi seperti itu maka pimpinan mengambil kebijaksanaan untuk sementara meliburkan staf dan karyawan dan ini juga sesuai dengan saran Dewan Adat Kecamatan Tayan Hulu dan Parindu. "Sekarang situasi normal. Setelah tercapai kesepakatan untuk membuka pagar kebun inti dan pabrik, staf dan karyawan kembali melakukan aktifitas pekerjaan seperti biasanya," ujarnya.

Mengenai keamanan asset perusahaan katanya berhubung staf dan karyawan  diliburkan maka pengamanan perusahaan diserahkan kepada beberapa orang staf, Karyawan, Satpam dan Hansip PTPN XIII dibantu oleh aparat keamanan dari TNI-AD dan Polri.

Kasianus Busiu sebagai salah satu dari pengurus dewan Adat Kecamatan Parindu sangat mengharapkan agar petani Pir Sus Parindu khususnya dapat mematuhi ketentuan-ketentuan atau aturan yang dibuat pemerintah, karena hal tersebut untuk kebaikan petani dan perusahaan. Ditambahkannya agar petani dan perusahaan dapat menjaga kemitraan yang sudah terjalin dengan baik selama ini. Sehingga kehadiran PTPN XIII di Parindu dapat dirasakan manfaatnya dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Kasianus Busiu juga menghimbau Pemda Sanggau agar pembinaan yang sudah dilaksanakan dengan baik selama ini dapat lebih ditingkatkan lagi mengingat masih terjadinya kesimpang-siuran informasi-informasi yang berkembang di masyarakat.

"Saya lihat petani tidak ada tuntutan lain hanya soal harga TBS. Jadi saya tidak mau ada tuntutan lain karena petani hanya menuntut soal harga TBS. Saat ini yang diperlukan mencari solusi terbaik untuk kepentingan semua pihak, maka marilah dicari solusi terbaik tidak perlu ada yang memancing suasana, marilah kita cari solusi bersama. Sejak dibuka pagar dan pabrik sudah mulai kerja kembali dan sudah mulai normal," ujarnya.

 Menurut M Amin selaku masyarakat dari kejadian ini hendaknya menjadi pengalaman bersama untuk masa depan agar tidak terulang kembali dan menjadikan semuanya untuk pelajaran demi perbaikan-perbaikan di masa depan guna melangkah lebih baik lagi demi kepentingan semua pihak. Karena semua itu merupakan mata rantai yang berkaitan eksesnya.

Amin juga melihat perlunya keterbukaan dan ketransparanan informasi bersama antara pihak PTPN XIII dan petani untuk mencari solusi yang terbaik guna menyelesaikan masalahnya demi kepentingan semua pihak tanpa ada yang merasa dirugikan. "Jadi yang terpenting adalah mencari solusi atau penyelesaian masalah sebaik-baiknya dengan keterbukaan semua pihak baik,"ujarnya.(by)