Make your own free website on Tripod.com

Caretaker PBB Sambas Nilai PPD II Sambas tak Becus

 

Singkawang,AP Post

Ternyata Partai Bulan Bintang (PBB) memiliki caretaker.Dimana sekarang caretaker yang dipimpin Nasiruddin bersama sekretarisnya M Effendi HR menggugat anggota legislatif dari partainya sendiri yakni Harunzi SAg tidak sah untuk mewakili partainya. Mereka pun menilai, kerja PPD II Sambas tak becus.

Harunzi dinilai bukan merupakan kader yang diinginkan PBB mewakili partainya duduk di kursi legislatif."Duduknya Harunzi, adalah hasil rekayasa ketua DPC PBB Kabupaten Sambas yang tak mau memperhatikan aspirasi dari seluruh PAC PBB se Kabupaten Sambas," kata Effendi sekretaris caretaker DPC PBB Kabupaten Sambas, kepada AP Post, siang kemarin.

Padahal, lanjutnya PAC sudah sepakat memilih Ferden Firdaus yang akan duduk mewakili partainya."Kami juga tidak tahu pasti, kenapa Harunzi yang dipaksakan duduk di DPRD Sambas," Effendi beralasan.

Menurut Effendi, pihaknya sudah mencoba untuk membawa masalah tersebut ke PPD II Sambas, namun sayangnya tak mendapatkan jawaban pasti."Kami menilai kerja PPD II Sambas tak becus,"  tegasnya.

Kenapa demikian, karena saat kami mengadukan masalah ini dijawab waktu itu PPD siap membantu menyelesaikan masalah."Namun ternyata Harunzi tetap saja dilantik sebagai anggota DPRD Sambas, inikan namanya pemaksaan. Padahal aspirasi yang berkembang dari PAC-PAC menetapkan Ferden Firdaus sebagai anggota legislatif," kata Effendi. Ini berarti PPD II tak mampu dan  terkesan menyepelekan masalah, karena ternyata lembaga tersebut tak mampu mengatasi masalah yang dihadapi partai berkait pencalonan anggota legislatif."Kinerjanya memang tak becus," tuturnya. Demikian pula dengan Sospol Tingkat II Sambas yang dinilai a lot serta tak transparan.

Kami minta agar Harunzi dibatalkan sebagai anggota legislatif DPRD Sambas, karena tak sesuai dengan aspirasi kader partai, tegasnya.

 

Caretaker PBB

Menyinggung keberadaan caretaker DPC PBB Kabupaten Sambas yang kini berkedudukan di Kecamatan Tebas tersebut, Effendi mengatakan bahwa untuk kepengurusan DPC PBB Kabupaten Sambas dibawah kepemimpinan H Rustam Effendi sudah dicabut SK-nya oleh ketua umum PBB Prof Yusril Ihza Mahendra.

"6 September 1999 lalu, DPP PBB mengeluarkan SK pencabutan DPC PBB Kabupaten Sambas yang ditandatangani oleh ketua umum bersama sekretaris jenderal, SK tersebut bernomor SK PP nomor 371/1999," kata Effendi.

Keesokan harinya 7 September 1999 dibentuk caretaker yang ditunjuk Nasiruddin sebagai ketua sedangkan dirinya sebagai sekretaris. Menurut Effendi, alasan dicabutnya SK DPC PBB Kabupaten Sambas karena dinilai arogansi dan tak mematuhi aturan partai."Contohnya ketua partai dengan seenaknya mencalonkan caleg, tanpa memperhatikan asirasi dari PAC se Kabupaten Sambas," ujarnya beralasan.

Ditanya kapan dilaksanakan musda untuk menggantikan kepemimpinan yang lama, Effendi menolak memberikan keterangan."Kita masih menyelesaikan kasus Harunzi, jadi untuk intern partai ditunda dulu," katanya yang mengaku kalau masalah caretaker hanya berkait lingkungan PBB saja, sebab DPP sendiri sudah melimpahkan wewenang kepada Nasiruddin untuk menyelesaikan masalah intern partai, baik internal maupun eksternal.(lyn)